"Kalau emang gak bisa dibuka ya sudah, ini bukan kendaraan kami. Dan ini tanah milik perusahaan, Pak, kalau memang gak bisa ya sudah kita kaos-kaos sekalian," ujar perwakilan perusahaan yang diketahui bernama Airlangga, Sabtu (29/8/2026) malam.
Mendengar pernyataan tersebut, demonstran pun terpancing dan mengancam akan mendatangkan lebih banyak peserta aksi.
"Kami ini sebenarnya cuma butuh jawaban bagaimana tanah ini diselesaikan. Kami menunggu. Ini sudah terjadi bolak-balik mulai tahun 2016. Pihak MMP sudah gonta-ganti pengacara, yang dibahas masih sama, tidak ada kejelasan. Kami tidak mau dibenturkan dengan aparat keamanan yang berjaga di sini dan tidak mau dibenturkan dengan warga sekitar," ungkap perwakilan demonstran, Herman.
Beruntung, aparat kepolisian sigap meredam ketegangan dengan melerai kedua belah pihak. Polisi meminta warga dan pihak perusahaan menahan diri serta mencari jalan keluar secara damai.
Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono menjelaskan, aparat kepolisian akan terus memastikan kondusivitas tetap terjaga agar penyampaian aspirasi dapat dilakukan dengan tertib.