Menurut Santoso, kondisi cuaca kali ini cukup berbeda dari perkiraan para nelayan. Biasanya, memasuki pertengahan Agustus kondisi angin dan gelombang mulai lebih bersahabat. Namun hingga akhir Agustus, angin kencang dan gelombang tinggi masih terjadi.
"Cuaca seperti ini sulit diprediksi. Biasanya pertengahan Agustus sudah tidak seperti ini, tapi ternyata sampai akhir Agustus angin dan gelombangnya masih tinggi," ungkapnya.
Santoso menambahkan, perbaikan jaring, perahu, maupun mesin memang biasanya dilakukan ketika nelayan sedang tidak melaut. Sebab, saat aktivitas melaut berlangsung, para nelayan tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan perawatan peralatan.
"Kalau sedang melaut tidak ada waktu memperbaiki. Jadi kalau seperti sekarang tidak bisa melaut, waktunya digunakan untuk memperbaiki jaring dan perahu," pungkasnya.
Para nelayan berharap cuaca ekstrem segera berakhir sehingga mereka dapat kembali melaut dan memenuhi kebutuhan sehari-hari dari hasil tangkapan ikan.