Ateng melanjutkan, surplus neraca perdagangan Juli 2026 disebabkan oleh komoditas nonmigas, terutama dari lemak dan minyak hewani nabati, bahan bakar mineral, dan besi dan baja.

"Pada Juli tahun 2026 neraca perdagangan barang mengalami surplus sebesar US$ 0,12 miliar. Surplus neraca perdagangan pada Juli 2026 disebabkan oleh surplus pada komoditas nonmigas tercatat surplus komoditas nonmigas sebesar US$ 3,10 miliar. Komoditas penyumbang surplus nonmigas terutama dari lemak dan minyak hewani nabati atau HS 15, dari bahan bakar mineral HS 27, dan juga besi dan baja HS 72," lanjutnya.