Fenomena inilah yang mengundang sorotan sejumlah pegiat sejarah dari Sahabat Heritage Indonesia (SHI). Bahkan beberapa waktu yang lalu, SHI menemukan makam Alex Mendur dalam kondisi yang mengkhawatirkan.
"Ini sebenarnya menggambarkan betapa rendahnya apresiasi kita, masyarakat Bandung, khususnya terhadap peninggalan sejarah yang ada di kota Bandung. Jadi kita di komunitas SHI ini termasuk komunitas yang ingin membangkitkan kembali awareness tersebut," kata pegiat sejarah SHI, M Ryzki Wiryawan saat berbincang dengan NadiKabar belum lama ini.
Secara pribadi, Ryzki memang tidak begitu mendalami bagaimana kiprah heroik Alex Mendur semasa hidupnya. Namun berdasarkan sumber sejarah, Alex Mendur, kata dia, menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam perjalanan kemerdekaan Republik Indonesia, meski belum dianugerahi gelar pahlawan.
Selain Alex Mendur, ada sejumlah tokoh lain yang punya kiprah dalam sejarah Bandung tempo dulu dan dimakamkan di TPU Pandu. Mulai dari C.P. Wolff Schoemaker, mentor sekaligus guru Bung Karno, keluarga Ursone yang berkebangsaan Italia dan merupakan pemilik perusahaan susu sapi yang berlokasi di Lembang, hingga Charles Philippe Marie Mathus Bogaerts dan Johannes Cornelis Pols, pilot dan kopilot pesawat F.C.V 442 yang kecelakaan di Padalarang.
Bagi para pegiat sejarah, nama Schoemaker tentu sudah tidak asing lagi didengar. Dia merupakan guru besar di Technische Hoogeschool te Bandoeng, kini ITB, dengan karya arsitektur yang sudah melegenda hingga saat ini seperti Villa Isola, Hotel Preanger hingga Gedung Merdeka.