NADIKABAR.COM — Puluhan tahun warga Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, hidup dalam bayang-bayang krisis air bersih setiap musim kemarau tiba. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebagian warga bahkan terpaksa mencari sumber air hingga ke desa tetangga.

Kondisi tersebut kini mendapat perhatian serius. Wakil Ketua DPR RI Saan Mustofa turun langsung ke Desa Slangit, Minggu (30/8/2026), untuk meninjau persoalan kekeringan yang telah berlangsung bertahun-tahun, sekaligus mendorong lahirnya solusi permanen bagi ribuan warga terdampak.

Kepala Desa Slangit Apendi mengatakan, persoalan air bersih bukanlah masalah baru bagi masyarakat di desanya. Setiap musim kemarau, warga selalu dihadapkan pada kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan dasar.

Ironisnya, pada masa-masa tertentu, warga bahkan harus memanfaatkan saluran irigasi di wilayah desa lain untuk mandi dan mencuci karena sumber air di lingkungan mereka telah mengering total.

"Sudah puluhan tahun masyarakat kami mengalami kesulitan air bersih. Bahkan untuk mandi, warga harus mencari air sampai ke irigasi di desa sebelah," ungkapnya.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Penggunaan air dari saluran irigasi yang kualitasnya tidak terjamin itu disebut-sebut pernah menyebabkan sejumlah warga mengalami gangguan kesehatan kulit.

Selama bertahun-tahun, kata Apendi, persoalan kekeringan hanya ditangani dengan bantuan distribusi air bersih (dropping) ketika musim kemarau tiba. Namun, solusi tersebut dinilai belum menyentuh akar persoalan yang sebenarnya.

Bupati Cirebon Imron mengatakan, persoalan kekeringan masih menjadi salah satu tantangan serius di wilayahnya. Dari total 40 kecamatan, sejumlah wilayah memiliki kerentanan tinggi terhadap kekeringan, terutama saat musim kemarau berlangsung panjang.

Saat ini, terdapat sekitar enam kecamatan yang mengalami dampak kekeringan dengan jumlah warga terdampak mencapai sekitar 8.000 jiwa.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian utama adalah Desa Slangit, Kecamatan Klangenan. Berdasarkan data dalam tiga tahun terakhir, persoalan kekeringan di desa tersebut terus berulang dan hingga kini belum mendapatkan solusi permanen.

"Selama ini ketika terjadi kekeringan, penanganannya masih berupa pengiriman atau distribusi air bersih. Ke depan tentu harus ada solusi yang lebih konkret dan berkelanjutan," katanya.