NADIKABAR.COM — Kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu dituding merencanakan operasi pembajakan menggunakan skenario false flag (bendera palsu) dengan melibatkan pesawat asal Uni Emirat Arab untuk menyeret Amerika Serikat terlibat ke perang baru dengan Iran.
Tudingan itu dilaporkan media televisi milik Pemerintah Iran, Press TV, Kamis (1/10), mengutip sumber regional yang dianggap mengetahui hal itu.
Sumber tersebut mengatakan insiden yang melibatkan penerbangan maskapai flydubai dari Dubai ke Tel Aviv pada Rabu (30/9) merupakan bagian dari rencana tersebut.
Operasi itu dibahas dan disepakati selama kunjungan rahasia Netanyahu ke Uni Emirat Arab selama tiga hari sebelum insiden penerbangan tersebut terjadi, kata sumber itu.
Sumber tersebut juga mengatakan Netanyahu didampingi beberapa pejabat tinggi militer dan intelijen dalam kunjungan rahasia itu.
Selain itu, pembahasan dalam pertemuan itu melibatkan pejabat dari beberapa negara Arab untuk berfokus pada perancangan operasi yang nantinya dapat disalahkan kepada Iran.