NADIKABAR.COM — Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan ada "indikasi" musuh-musuh Israel akan melancarkan serangan menjelang pemilu legislatif yang dijadwalkan pada Oktober mendatang. Netanyahu pun memperingatkan musuh-musuh tersebut untuk tidak "macam-macam" dengan Tel Aviv.

"Kita memiliki indikasi bahwa menjelang pemilu, musuh-musuh kita akan berusaha menyerang kita," kata Netanyahu saat berbicara di sebuah pangkalan angkatan udara Israel, dalam sebuah video yang dirilis kantor PM Israel, seperti dilansir AFP, Rabu (30/9/2026).

"Jadi... saya sampaikan pesan ini kepada Anda: Jangan macam-macam dengan kami, baik sekarang maupun kapan pun. Jangkauan kami yang panjang bisa mencapai Anda di mana saja dan kapan saja," ujar Netanyahu memperingatkan musuh-musuh Israel.

Peringatan Netanyahu itu memicu kekhawatiran dari pihak oposisi Israel. Pemimpin oposisi Tel Aviv, Yair Lapid, mengatakan bahwa dirinya telah menghubungi kantor Netanyahu untuk meminta "pembaruan keamanan yang mendesak".

"Saya ingin mengetahui apakah ancaman tersebut nyata, dan jika iya, bagaimana Perdana Menteri bersiap kali ini untuk memastikan pemilu berlangsung tanpa gangguan," kata Lapid dalam pernyataan via media sosial X.

Menanggapi pernyataan Lapid itu, kantor Netanyahu menyatakan bahwa sang PM telah "menginstruksikan sekretaris militernya untuk memberikan informasi terkini kepada pemimpin oposisi hari ini mengenai perkembangan terbaru".

Tak lama setelah Netanyahu menyampaikan peringatannya, Menteri Pertahanan (Menhan) Israel Katz mengancam akan menargetkan para pemimpin Hamas yang berbasis di luar Gaza. Ancaman ini dilontarkan setelah militer Israel mengumumkan kematian komandan Hamas dalam serangan di Gaza bagian utara semalam.

"Para pemimpin Hamas di luar negeri juga menjadi target. Tidak satu pun dari para pembunuh keji ini, yang berperan sentral dalam pembantaian 7 Oktober, boleh mati dengan tenang di tempat tidur mereka," kata Katz dalam pernyataan via video.

"Dulu, mereka lolos akibat suatu insiden yang tidak berjalan sesuai rencana, namun kesempatan berikutnya pasti akan tiba, dan mereka pun akan dikirimkan ke dasar neraka," tegasnya, diduga merujuk pada serangan udara Israel terhadap rapat petinggi Hamas di Qatar pada September 2025 lalu.

Dalam beberapa pekan terakhir, Netanyahu dan Katz berulang kali melontarkan peringatan kepada Iran, kelompok Hizbullah yang bermarkas di Lebanon, dan bahkan Otoritas Palestina yang berbasis di Tepi Barat. Mereka juga menjanjikan pembalasan jika terjadi serangan terhadap Israel.

Pemilu legislatif Israel dijadwalkan pada 27 Oktober mendatang, dengan Netanyahu menghadapi persaingan ketat untuk bisa kembali memimpin Tel Aviv.