Sebelumnya, Warga Israel berbondong-bondong mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) saat pemilu legislatif digelar pada Selasa (27/10) waktu setempat. Tingkat partisipasi awal untuk para pemilih pun mencetak rekor sebagai yang tertinggi sejak tahun 1981 silam, atau dalam 45 tahun terakhir.

Pemilu legislatif ini akan menentukan nasib Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, yang merupakan PM terlama di negara tersebut. Para pemilih menyebut pemilu yang digelar di tengah situasi perang ini sebagai yang paling menentukan dalam sejarah negara tersebut.

Pemungutan suara dimulai pukul 07.00 waktu setempat, dan akan ditutup pukul 22.00 waktu setempat. Hari pemungutan suara ditetapkan sebagai hari libur nasional di Israel. Terdapat total 12.018 TPS di berbagai wilayah, dengan sekitar 18.000 kotak suara disiapkan.

Dalam pemilu kali ini, ada sekitar 7,3 juta orang yang memiliki hak pilih yang sah, termasuk kurang lebih 1,2 juta warga Israel keturunan Palestina. Dari jumlah tersebut, lebih dari setengah juta pemilih di antaranya merupakan pemilih muda yang akan memberikan suara untuk pertama kalinya.