NADIKABAR.COM — Lembaga riset dan publikasi NEXT Indonesia Center menilai investor asing semakin melirik sektor jasa di Indonesia, tercermin dari kenaikan penanaman modal asing (PMA) pada kategori jasa lainnya sebesar 86,02 persen sepanjang Januari-September 2026.
Kepala Riset NEXT Indonesia Center Ade Holis mengatakan realisasi PMA pada sektor jasa lainnya mencapai Rp100,4 triliun, menjadikannya penerima investasi asing terbesar kedua setelah industri logam dasar yang mencatatkan Rp246,6 triliun.
"Investasi asing pada sektor Jasa Lainnya ini melonjak di Jawa Barat dengan nilai investasi Rp53,6 triliun pada Januari-September 2026," kata Ade dalam keterangannya diterima di Jakarta, Minggu.
Nilai tersebut setara dengan sekitar 53,4 persen dari total PMA sektor jasa lainnya secara nasional, sekaligus menempatkan Jawa Barat sebagai tujuan utama investasi asing pada kategori tersebut.
Menurut kajian NEXT Indonesia Center, besarnya investasi pada sektor jasa lainnya di Jawa Barat berlangsung seiring pembangunan dan perluasan pusat data (data center) oleh sejumlah perusahaan asal Singapura, terutama di wilayah Bekasi dan Cikarang.
Pengembangan tersebut antara lain dilakukan Princeton Digital Group dan ST Telemedia Global Data Centres yang memperluas fasilitas pusat data untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur digital.
NEXT menilai pengembangan pusat data berpotensi menjadi salah satu pendorong pertumbuhan investasi asing pada sektor jasa lainnya. Namun, besaran kontribusinya belum dapat dipastikan karena kategori tersebut mencakup beragam kegiatan usaha.