NADIKABAR.COM β€” Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengungkapkan pentingnya pengasuhan digital untuk menjaga anak-anak penerus bangsa tetap memiliki kemandirian dan kemampuan berpikir kritis.

Menurutnya pengasuhan digital penting agar anak tidak hanyut dalam arus teknologi seperti kecerdasan artifisial (AI) yang kini semakin menyita perhatian penggunanya apabila tidak digunakan dengan bijak.

β€œJangan sampai anak kita menjadi tergantung dengan artificial intelligence sehingga mereka kehilangan kepribadiannya sendiri, mereka kehilangan kemampuan berpikir kritis. Ini yang saya kira paling berisiko buat generasi kita ke depan,” ujar Wamen Nezar dalam salah satu Peluncuran Kelas Pengasuhan Digital bersama platform perpesanan instan di Jakarta Selatan, Jumat.

Nezar menyebutkan sekitar 70 juta anak Indonesia akan tumbuh di tengah ekosistem digital yang semakin kompleks, termasuk dengan kehadiran AI.

Menurutnya, kondisi ini membutuhkan kolaborasi pemerintah, platform digital, dan orang tua untuk memastikan anak dapat memanfaatkan teknologi secara aman dan sehat.

Ia mengingatkan beragam risiko interaksi digital yang mungkin dihadapi anak ketika masuk ke dalam arus teknologi mulai dari kontak dengan orang asing, paparan konten yang tidak sesuai, ancaman terhadap data pribadi, hingga kecanduan digital.

Apabila tidak dibekali dengan pemahaman yang tepat mengenai literasi digital, maka potensi anak terjebak dalam risiko-risiko itu semakin besar.

Karena itu, orang tua perlu melakukan pengasuhan digital yang dilakukan melalui komunikasi terbuka, pendampingan, dan pemahaman terhadap fitur keamanan yang tersedia di platform-platform digital.

Selain mendorong agar para orang tua menjalankan perannya menjaga keamanan anak lewat pengasuhan digital, Pemerintah juga telah menyiapkan payung hukum dengan tujuan serupa.

Melalui diterbitkannya Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP Tunas, pemerintah menghadirkan landasan membangun ekosistem digital yang lebih aman dan sehat bagi anak.

β€œKita punya tanggung jawab yang cukup besar bagaimana menjamin ruang yang aman dan sehat buat anak-anak kita itu. Itu sebabnya pemerintah membuat PP Tunas dalam rangka membangun ruang aman dan sehat bagi anak di dalam ekosistem digital. Melindungi anak kita adalah melindungi peradaban,” ujar Nezar.

Wamen Nezar berharap kolaborasi semua pihak yang terkait dengan keamanan anak ke depannya bisa membuat generasi muda penerus bangsa tetap terjaga kualitasnya.

β€œSemoga kita bisa terus mendampingi anak-anak kita tumbuh besar dalam lingkungan baru di abad ke-21 ini menjadi generasi yang cerdas, lebih tangguh, kreatif, dan inovatif, dan yang penting mereka aman dan selamat dalam mengarungi dunia digital ini,” Nezar menutup pernyataannya.