Analisis filogenomik menunjukkan ALTNV merupakan orthonairovirus dari famili Nairoviridae. Virus tersebut memiliki kesamaan kurang dari 80 persen asam amino dengan spesies lain dalam genus yang sama.
Peneliti juga melakukan pengujian menggunakan serum manusia yang positif mengandung RNA ALTNV. Hasilnya menunjukkan adanya pertumbuhan virus yang kemudian diidentifikasi sebagai ALTNV melalui pemeriksaan imunofluoresensi terhadap antigen virus.
Karakteristik orthonairovirus juga terlihat melalui pemeriksaan menggunakan mikroskop elektron. Replikasi virus ditemukan pada beberapa jenis sel yang digunakan dalam penelitian.
Dari total 3.163 pasien yang diperiksa, sebanyak 10,4 persen dinyatakan positif ALTNV berdasarkan deteksi RNA atau antibodi imunoglobulin M (IgM).
Sementara itu, di tim redaksi pasien yang dinyatakan negatif DBV, 15,1 persen ternyata positif ALTNV.
Pada pasien yang hanya terinfeksi ALTNV, gejala yang paling banyak ditemukan adalah kelelahan (84 persen), gangguan saluran pencernaan (80 persen), trombositopenia (38 persen), serta peningkatan kadar aminotransferase (36 persen). Peningkatan aminotransferase dapat menjadi tanda peradangan atau kerusakan pada hati maupun jaringan lainnya.