Hingga akhirnya, pada 8 September gelombang air laut melonjak mendahului pusaran badai dan dengan cepat membanjiri Pulau Galveston. Jembatan yang menghubungkan pulau ke daratan utama runtuh sebelum banyak warga sempat mengevakuasi diri.
Angin kencang dan hantaman puing-puing meruntuhkan rumah-rumah hingga menghancurkan dua pertiga wilayah kota. Setelah menerjang Texas, badai melintasi Oklahoma dan Kansas, berbelok ke timur laut melintasi Great Lakes dan Kanada, hingga akhirnya menghilang di Samudra Atlantik Utara pada 12 September.
Tercatat, antara 6.000 hingga 8.000 orang tewas di dalam Kota Galveston. Total korban tewas di seluruh Pulau Galveston diperkirakan mencapai 10 ribu hingga 12 ribu jiwa.