Kerugian properti diperkirakan berkisar antara USD 20 juta hingga USD 30 juta saat itu. Sebanyak 2.636 rumah hancur total. Tak hanya itu, garis pantai Pulau Galveston mengalami erosi sepanjang 91 meter (300 kaki). Sebanyak 16 kapal yang berlabuh di pelabuhan mengalami kerusakan parah.
Diketahui bahwa banyaknya korban jiwa ini disebabkan oleh beberapa faktor. Badai menghasilkan gelombang pasang setinggi 4,8 meter (15,7 kaki). Padahal, titik tertinggi Pulau Galveston saat itu hanya setinggi 2,7 meter (8,7 kaki), sehingga hampir seluruh pulau terendam air.
Runtuhnya bangunan di tepi pantai menerbangkan pecahan batu bata, kayu, dan atap batu sabak (slate) yang berterbangan menghantam bangunan lain dan warga.