"Seluruh desa dan kawasan pasar telah hanyut tanpa sisa," kata kepala Federasi International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) untuk Nepal, David Fisher.
Pihaknya menyatakan sedang menyalurkan pasokan darurat termasuk selimut, perlengkapan pertolongan pertama (P3K), tandu, dan kantong jenazah.
Sementara, dilansir dari media lokal Nepal, Kantipur, 157 jenazah yang telah ditemukan tersebar di beberapa lokasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 64 jenazah ditemukan di Chitwan, 27 di Dhading, 22 di Nawalparasi Timur, 19 di Gorkha, 13 di Nuwakot, 9 di Tanahun, dan 3 di Rasuwa.
Pihak kepolisian saat ini terus mengevakuasi warga di berbagai distrik yang berada dalam risiko banjir ke tempat yang lebih aman. Mereka masih melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan.
seorang pilot helikopter yang menyaksikan banjir bandang mematikan itu mengatakan ketinggian gelombang mencapai sekitar 5-6 meter. Pilot bernama Aman Budathoki itu sempat mengira angkatan bersenjata tengah menggunakan bahan peledak.
"Sekitar lima menit sebelum mendarat, kami melihat debu membumbung tinggi dari sungai," ujar Aman Budathoki kepada NadiKabar.