"Awalnya terlihat seperti tanah longsor. Kami bahkan sempat mengira apakah tentara sedang menggunakan bahan peledak untuk pembangunan jalan," imbuhnya.
Namun, dalam hitungan detik, pilot itu melihat air banjir berwarna gelap disertai puing-puing meluncur deras dan bercampur dengan air jernih. Budathoki menyebut situasi di lokasi sangat menakutkan.
"Kami bisa melihat gelombang air setinggi lima hingga enam meter. Kami mulai berputar-putar di atas desa-desa di sana dan melihat pohon-pohon besar serta beberapa kendaraan tersapu derasnya arus," kata dia.
"Situasinya sangat menakutkan. Kami bahkan sempat mencoba mengejar alur banjir tersebut sebentar untuk menilai kerusakan yang terjadi," sambungnya.
Artikel ini sudah tayang di NadiKabar.com