Kafein bekerja dengan menghambat reseptor adenosin di otak yang berperan dalam rasa kantuk dan relaksasi. Efeknya membuat tubuh lebih waspada, tetapi juga dapat membuat otak terlalu terstimulasi.

Konsumsi kafein malam hari dapat mengganggu ritme sirkadian dan kualitas tidur. Kurang tidur kemudian dapat memengaruhi kemampuan mengambil keputusan, mengatur emosi, dan mengendalikan impuls.

Bahkan, konsumsi kafein hingga enam jam sebelum tidur diketahui dapat mengurangi durasi dan kualitas tidur. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi fungsi kognitif dan perilaku keesokan harinya.

Temuan ini membuat dampak kopi tidak lagi hanya dikaitkan dengan sulit tidur atau rasa gelisah. Waktu konsumsi kafein juga perlu diperhatikan karena mungkin memengaruhi kontrol perilaku.

Hal ini relevan bagi pekerja malam, mahasiswa, hingga orang yang sering begadang dan mengandalkan kopi. Konsumsi kafein berlebihan atau terlalu malam juga dapat memicu insomnia dan rasa cemas.

Meski begitu, penelitian pada manusia masih diperlukan untuk memastikan efek tersebut. Untuk sementara, membatasi kopi pada waktu lebih awal dapat membantu menjaga tidur dan fungsi tubuh.