Ateng menjelaskan, penurunan perjalanan wisnas seiring dengan peningkatan harga tiket penerbangan internasional. Selain itu, adanya insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia juga turut mempengaruhi penerbangan di level internasional.
"Penurunan perjalanan wisnas secara bulanan ini seiring dengan peningkatan harga tiket penerbangan internasional, contohnya dari Aceh ke Malaysia mengalami peningkatan. Serta ada fenomena kabut asap yang terjadi di antaranya pada September, yang tentunya ini mempengaruhi penerbangan di level internasional," jelas Ateng.
Sejalan dengan itu, BPS melaporkan penurunan keberangkatan penumpang pada angkutan udara internasional. Angkanya turun sebesar 2,92% menjadi 1,74 juta penumpang pada September 2026.