"Menurut subsektor penurunan nilai ekspor nonmigas secara kumulatif ini terjadi di sektor industri pengolahan, yang sektor ini memiliki andil sebesar 96,77 persen, menjadi pendorong utama atas turunnya nilai ekspor sepanjang Januari-September 2026," jelas dia.

Adapun penurunan nilai ekspor pada Januari-September 2026 diikuti ekspor sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang turun sebesar 147,60 juta dolar AS (40,64 persen), sementara ekspor hasil pertambangan dan lainnya naik sebesar 30,49 juta dolar AS (30,53 persen).

"Ekspor sektor industri pengolahan yang turun cukup dalam yaitu logam mulia dan perhiasan permata yang turun sebesar 16,78 persen dan alas kaki yang turun sebesar 8,76 persen," kata Kadarmanto.