"Saya khawatir teknologi baru yang canggih diperkenalkan di mana orang berisiko difoto, direkam video, atau direkam audio tanpa menyadarinya," kata Menteri Digitalisasi dan Tata Kelola Publik, Torgeir Micaelsen, dilansir Dexerto, Sabtu (9/10/2026).
Pemerintah menekankan bahwa mereka tidak berupaya untuk memberlakukan larangan total. Penggunaan pribadi masih akan diizinkan, bersamaan dengan penggunaan di mana orang lain tidak berisiko direkam tanpa persetujuan mereka.
Para pejabat juga belum memutuskan secara pasti perangkat mana yang akan terdampak. Mereka masih mempertimbangkan apakah aturan tersebut harus berlaku untuk kacamata dengan kamera dan perekam audio, kacamata dengan kamera dan fitur AI, atau teknologi yang dikenakan di tubuh lainnya dengan kemampuan serupa.