NADIKABAR.COM — Sebanyak 719 kejadian kebakaran melanda Nusa Tenggara Barat (NTB) sepanjang periode 1 Januari hingga 31 Agustus 2026 dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp70,97 miliar lebih.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Sadimin, mengatakan berdasarkan data yang ada, kejadian kebakaran ini didominasi oleh kebakaran permukiman dan kebakaran lahan.
"Kebakaran permukiman menjadi yang tertinggi dengan 212 kejadian, disusul kebakaran lahan sebanyak 188 kejadian dan kategori lainnya sebanyak 99 kejadian. Sementara itu, kebakaran di Tempat Pembuangan Sampah (TPA) tercatat 85 kejadian," ujarnya di Mataram, Selasa.
Sementara untuk kebakaran hutan, tercatat nol kejadian sepanjang 8 bulan tersebut. Jenis kebakaran lainnya meliputi pusat ekonomi 55 kejadian, transportasi 30 kejadian, objek vital 22 kejadian, kantor 11 kejadian, fasilitas pendidikan 8 kejadian, hotel/penginapan 5 kejadian, dan fasilitas kesehatan serta fasilitas ibadah masing-masing 2 kejadian.
Menurutnya, dari ratusan kejadian kebakaran itu tercatat dua orang meninggal dunia, 10 orang luka-luka, dan 2.775 orang terdampak. Di sisi lain, petugas Damkar berhasil menyelamatkan 2.787 jiwa dan 848 KK dari kepungan api, dengan taksiran harta yang berhasil diselamatkan sebesar Rp11,4 miliar.
Jika dipetakan secara wilayah, kata Sadimin, Lombok Timur menjadi wilayah dengan kejadian kebakaran terbanyak, yakni 131 kejadian, disusul dengan Lombok Tengah 103 kejadian, Lombok Barat 98 kejadian, Bima 81 kejadian, Lombok Utara 79 kejadian, Sumbawa 79 kejadian, Mataram 63 kejadian, Sumbawa Barat 37 kejadian, Kota Bima 33 kejadian dan paling sedikit Dompu dengan 15 kejadian.