Sementara, Kota Mataram mencatat 226 kejadian, Kota Bima 215 kejadian, Sumbawa Barat 144 kejadian, Kabupaten Sumbawa 134 kejadian, Kabupaten Bima 82 kejadian, dan Kabupaten Dompu 69 kejadian.
Untuk di Lombok Utara, dari 318 kejadian, 154 di antaranya penanganan hewan berbahaya. Hal serupa terjadi di Lombok Barat dengan 120 kasus hewan berbahaya dari 273 kejadian.
"Ini menunjukkan bahwa peran Damkar saat ini sudah jauh bergeser. Masyarakat tidak hanya memanggil Damkar saat kebakaran, tetapi untuk hampir semua kondisi darurat mulai dari hewan liar masuk rumah, cincin tidak bisa dilepas, hingga pohon tumbang menutup jalan," terangnya.
Sadimin mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di musim kemarau, mengingat mayoritas kebakaran terjadi di area permukiman dan lahan yang dipicu oleh kelalaian manusia.
"Masyarakat segera melapor jika menemukan kondisi darurat non-kebakaran melalui hotline yang tersedia," katanya.