Menurutnya, dari sisi kecepatan respon, kinerja Damkar NTB cukup baik. Dari total 719 kejadian, sebanyak 527 kejadian berhasil direspon dalam waktu kurang dari 15 menit. Namun, masih terdapat 65 kejadian dengan respon di atas 15 menit, dan 52 kejadian tidak terdata waktu responnya.
Selain kebakaran, pihaknya juga mencatat sebanyak 2.082 kejadian non-kebakaran selama periode 1 Januari hingga 31 Agustus.
Dari 2.082 kejadian non-kebakaran tersebut, paling mendominasi penanganan hewan berbahaya dan penyelamatan hewan dengan total 1.036 kejadian atau hampir 50 persen dari total laporan yang diterima.
Di urutan berikutnya yakni evakuasi sarang tawon/lebah sebanyak 253 kejadian, evakuasi cincin sebanyak 209 kejadian, pohon tumbang 205 kejadian, operasi penyelamatan 129 kejadian, distribusi air bersih 99 kejadian, pertolongan pertama pada kecelakaan 26 kejadian, bencana alam 23 kejadian, dan 102 kejadian lainnya.
"Dari data tersebut, tercatat 12 orang mengalami luka-luka dan 4 orang meninggal dunia dalam berbagai kejadian non-kebakaran tersebut. Kejadian itu juga memberikan manfaat layanan kepada 1.819 Kepala Keluarga atau 5.375 jiwa," ungkap Sadimin.
Secara sebaran, wilayah dari 10 kabupaten/kota, Kabupaten Lombok Timur menjadi daerah dengan kejadian non-kebakaran tertinggi yakni 361 kejadian, disusul Lombok Tengah 352 kejadian, Lombok Utara 318 kejadian, dan Lombok Barat 273 kejadian.