NADIKABAR.COM — Universitas Teknologi Nanyang (NTU) Singapura bermitra dengan jenama telekomunikasi dan jaringan berbasis di Swedia Ericsson serta Institut Teknologi Kerajaan KTH Swedia mengembangkan teknologi penentuan posisi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan jaringan komunikasi generasi keenam (6G).

Penelitian tersebut bertujuan meningkatkan akurasi dan keandalan pelacakan lokasi robot, drone, dan sistem otonomos lainnya di lingkungan dalam dan luar ruangan yang kompleks, termasuk di area-area dengan hambatan sinyal, menurut pernyataan NTU pada Senin (19/10).