Setelah prosesi doa di sumber mata air selesai, warga kemudian mengikuti kirab budaya menuju kediaman kepala desa.

Di tempat tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan mujahadah atau doa bersama untuk memanjatkan puji syukur atas karunia dan limpahan rezeki yang diterima masyarakat.

"Tradisi ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki yang diberikan kepada masyarakat. Wujudnya melalui sedekah bumi berupa bucu, ingkung, dan gunungan hasil bumi," katanya.

Salah satu bagian yang dinantikan masyarakat adalah perebutan gunungan hasil bumi. Berbagai sayuran dan buah-buahan yang disusun menyerupai gunungan tersebut diperebutkan warga sebagai simbol semangat masyarakat untuk kembali berikhtiar mencari rezeki di muka bumi.