Rangkaian nyadran desa juga diisi dengan berbagai pertunjukan seni tradisional. Setelah prosesi kirab, kelompok penari menampilkan kesenian Bangilun di sejumlah punden, termasuk di kawasan sumber mata air Kali Serbut dan Kali Jurang.

Ia menyampaikan, pementasan tersebut menjadi salah satu upaya masyarakat untuk menjaga keberlangsungan kesenian tradisional yang menjadi bagian dari identitas budaya setempat.

Selain itu, masyarakat juga disuguhi pertunjukan wayang kulit selama dua hari dua malam.