NADIKABAR.COM β€” Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan intervensi dr. Bobby Arfhan Anwar, Sp.JP (K), FIHA mengatakan bahwa obesitas tidak hanya meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, memengaruhi sistem kelistrikan jantung, dan meningkatkan risiko gangguan irama seperti fibrilasi atrium.

β€œObesitas tidak lagi sekadar persoalan kelebihan berat badan. Pemahaman medis mengenai obesitas telah berkembang, dari sekadar faktor risiko menjadi penyakit kronis yang dapat berkontribusi terhadap gangguan pada jantung dan pembuluh darah,” kata Bobby dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Bobby mengatakan berbagai faktor yang menyertai obesitas, termasuk inflamasi kronis, dapat meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular dan berkontribusi terhadap aterosklerosis atau penumpukan plak pada dinding pembuluh darah.

Bila penumpukan plak terjadi pada pembuluh darah koroner, aliran darah ke otot jantung akan berkurang sehingga berisiko menjadi penyakit jantung koroner, sehingga penanganan obesitas sejak dini menjadi bagian penting dalam pengelolaan risiko penyakit kardiovaskular.

Dokter lulusan Universitas Andalas itu memaparkan temuan studi SELECT yang melibatkan lebih dari 17 ribu orang dengan berat badan berlebih atau obesitas, memiliki penyakit kardiovaskular, dan tanpa diabetes.

Pada populasi tersebut, terapi berbasis GLP-1 RA ditemukan menurunkan risiko relatif kejadian kardiovaskular mayor (MACE) sebesar 20 persen dibandingkan dengan plasebo.