NADIKABAR.COM โ PT Bank OCBC NISP Tbk menyoroti terbukanya peluang diversifikasi investasi ke berbagai instrumen keuangan bagi nasabah affluent, seiring dengan meningkatnya kebutuhan nasabah terhadap pengelolaan kekayaan yang mempertimbangkan risiko dan kebutuhan likuiditas.
Premier Banking Segment Head OCBC Stephanie M Kristanto mengatakan nasabah affluent di Indonesia masih cenderung memilih obligasi negara sebagai instrumen investasi karena dinilai lebih konservatif, namun ada sekitar 68 persen individu dengan kekayaan bersih tinggi berencana meningkatkan eksposurnya pada produk investasi ke private equity di luar produk konvensional.
โUntuk pilihan produk investasi, cukup banyak yang di obligasi negara. Kondisinya, kalau untuk obligasi sifatnya lebih konservatif dan ini menjadi pilihan utama dari nasabah,โ ujar Stephanie dalam acara peluncuran OCBC Premier One, di Jakarta, Selasa.
Stephanie mengatakan dalam survei yang dilakukan beberapa bank pada tahun 2025, sekitar 44 persen investasi nasabah affluent di Indonesia ditempatkan pada emas. Selain itu, 33 persen dialokasikan pada investasi berjangka dan 31 persen pada investasi terkelola atau managed investment, yang dapat mencakup reksa dana.