Menurut Stephanie, besarnya dana kelolaan turut mempengaruhi keluasan pilihan solusi investasi yang dapat diberikan kepada nasabah. Semakin besar dana yang dikelola, semakin terbuka peluang untuk memperoleh rekomendasi investasi yang lebih beragam, termasuk produk alternatif.
Nasabah dengan kekayaan yang lebih besar memiliki peluang mengakses kelas aset tertentu, seperti private equity dan hedge funds. Sementara itu, nasabah dengan tingkat kekayaan lebih rendah belum tentu memiliki akses yang sama terhadap instrumen tersebut.
Meski obligasi masih menjadi pilihan utama, Stephanie menilai pengelolaan investasi sebaiknya tidak hanya berfokus pada satu instrumen. Menurut dia, nasabah perlu memperoleh solusi keuangan yang lebih beragam sesuai dengan kebutuhan dan profil risikonya.
Dia menjelaskan, pengelolaan kekayaan tidak hanya berkaitan dengan upaya memperoleh imbal hasil atau return, tetapi juga mencakup mitigasi risiko dan ketersediaan likuiditas.