Berbeda dengan Indonesia, Brian menyebutkan bahwa Indonesia juga telah memiliki program e-KTP, tetapi pengembangan industri itu tidak berjalan dan jadinya membuat industri Indonesia masih tertinggal dengan Malaysia.

"Malaysia itu salah satu pendongkrak majunya industri semikonduktor sebenarnya adalah kebijakan e-KTP Pak Dirut. Gegera e-KTP, karena penduduknya hanya 28 juta ya, kita 287 juta. Mereka membangun industri semikonduktor, industri chip. Nah mestinya kita e-KTP-nya sudah, tapi industri yang masih ketinggalan," ujarnya.