NADIKABAR.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta bank untuk meningkatkan keamanan sistem informasi dan teknologi (IT). Bank bakal diminta tak jor-joran membagikan dividen.

"Kalau dividend payout sebetulnya ini lebih spesifik terkait dengan masalah penguatan perbankan, khususnya dalam beberapa hal ya yang sebagai contoh saya kasih contoh itu adalah terkait dengan tantangan teknologi yang tadi saya sampaikan," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae di Bali, ditulis Sabtu (3/10/2026).

Dian mengatakan, bank membutuhkan investasi yang besar di sektor teknologi untuk meredam serangan siber dan lainnya. Terlebih lagi, semakin banyak bank yang memiliki superapp.

"Teknologi itu mahal. Nah, oleh karena teknologi itu mahal, tentu yang namanya pemegang saham harus ikut memikirkan bahwa bagaimana banknya itu bisa diperkuat ke depannya dari cyber attack gitu kan dari scamming dan lain sebagainya itu. Dan biayanya itu sangat luar biasa besar apalagi kalau kita misalnya semua bank itu sekarang menerapkan apa yang disebut superapp contohnya gitu kan yang sudah dimiliki beberapa bank itu," kata Dian.

OJK akan menyesuaikan besaran dividen bank dengan kebutuhan investasi IT. Nantinya, bank tidak bisa membagikan seluruh laba kepada pemegang saham, namun harus disisihkan untuk meningkatkan keamanan teknologi.

"Nah, nanti dividend payout itu akan disesuaikan dengan itu akan disesuaikan dengan itu. Jadi, berapa yang harus dia saving, nggak boleh mereka tarik 100% misalnya kayak gitu, nggak," tutur Dian.