Dalam rangkaian BIK 2026, pihaknya melibatkan 29 lembaga jasa keuangan (LJK) melalui 64 kegiatan edukasi yang diikuti 7.898 peserta.
Kegiatan tersebut menghasilkan pembukaan 4.513 rekening baru, penerbitan 22 polis asuransi, penyaluran pembiayaan kepada 1.298 debitur, serta pembiayaan emas sebanyak 915 gram.
Selain itu, Duta Literasi dan Inklusi Jasa Keuangan (Sobat Lik Jaka) melaksanakan 177 kegiatan edukasi selama Juli hingga Oktober 2026 dengan sasaran 15.471 orang dari kalangan mahasiswa, pelaku usaha jasa keuangan, dan kelompok masyarakat prioritas.
Dia mengatakan upaya peningkatan literasi keuangan juga menyasar pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar mereka semakin memahami pilihan produk keuangan untuk mendukung kegiatan usaha.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan nasional mencapai 69,57 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 93,61 persen.
Menurut dia, capaian inklusi yang relatif tinggi tersebut perlu diimbangi peningkatan literasi sehingga masyarakat tidak hanya memiliki akses, juga mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak.