NADIKABAR.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penghimpunan dana melalui penawaran umum di pasar modal mencapai Rp209,77 triliun hingga Oktober 2026 atau sekitar 84 persen dari target Rp250 triliun tahun ini.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan capaian tersebut berasal dari 179 penawaran umum yang berlangsung sepanjang Januari hingga Oktober 2026.
"Minat korporasi domestik untuk melakukan penghimpunan dana melalui penawaran umum di pasar modal masih cukup tinggi," kata Hasan dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Oktober 2026 secara daring di Jakarta, Kamis.
Berdasarkan data OJK, penghimpunan dana tersebut meningkat Rp23,74 triliun dibandingkan realisasi hingga September 2026 sebesar Rp186,03 triliun.
Dari total penghimpunan dana hingga Oktober, penawaran umum berkelanjutan efek bersifat utang dan/atau sukuk (PUB EBUS) menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp144,94 triliun melalui 141 penawaran umum.