Selanjutnya, sebanyak 20 penawaran umum terbatas (PUT) menghimpun Rp51,99 triliun, disusul 11 penawaran umum EBUS senilai Rp10,68 triliun, serta tujuh penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) senilai Rp2,16 triliun.
Di luar realisasi tersebut, OJK mencatat masih terdapat 26 rencana penawaran umum dalam antrean (pipeline) dengan nilai indikatif sebesar Rp24,46 triliun.
Dari jumlah tersebut, delapan merupakan rencana IPO dengan nilai indikatif Rp9,15 triliun. Adapun rencana lainnya mencakup tiga PUT, satu penawaran umum EBUS, dan 14 penawaran umum berkelanjutan EBUS.
Dengan capaian Rp209,77 triliun, penghimpunan dana melalui pasar modal telah mencapai 83,91 persen dari target OJK sebesar Rp250 triliun pada 2026, sehingga masih terdapat selisih Rp40,23 triliun terhadap sasaran tersebut.
Meski demikian, Hasan mengingatkan realisasi penghimpunan dana hingga akhir tahun tetap bergantung pada kondisi pasar dan keputusan masing-masing perusahaan untuk menerbitkan efek.