"Tujuan peningkatan literasi dan inklusi keuangan yang dilakukan OJK adalah membangun karakter pribadi yang disiplin, sabar, mampu mengendalikan diri, dan mampu mengelola keuangan sehingga dapat terhindar dari kebiasaan FOMO dan FOPO di tengah perkembangan ekonomi dan keuangan digital," jelas Dicky.

Dicky menekankan pentingnya menjadikan menabung sebagai kebiasaan menyisihkan uang, bukan sekadar menyimpan sisa uang. Menurutnya, kebiasaan ini dapat membantu masyarakat merencanakan masa depan, memenuhi kebutuhan, membantu sesama, sekaligus berkontribusi pada perekonomian nasional.

Melalui Program KEJAR, OJK bersama industri jasa keuangan terus memperluas kepemilikan rekening dan mendorong budaya menabung di kalangan pelajar. Sepanjang September 2025-Juni 2026, sebanyak 679.000 rekening pelajar baru dibuka dan lebih dari 270.000 kegiatan Bank Goes to School digelar di 122 ribu sekolah.

Tahun ini, Sekolah Rakyat turut menjadi sasaran utama untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan, khususnya bagi pelajar dari keluarga prasejahtera. Upaya ini diharapkan dapat memperluas akses keuangan sekaligus menanamkan kebiasaan menabung sejak dini.