NADIKABAR.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah mencatat bahwa tingkat inklusi keuangan di wilayah tersebut saat ini sudah tinggi, namun belum diimbangi dengan tingkat literasi keuangan masyarakat.

Kepala OJK Jateng Hidayat Prabowo, saat dikonfirmasi, di Semarang, Minggu, mengatakan bahwa kondisi tersebut menjadi tantangan bagi OJK untuk terus meningkatkan pemahaman masyarakat dalam menggunakan produk dan layanan keuangan.

Ia menyebutkan tingkat inklusi keuangan di Jateng saat ini mencapai 95 persen, sedangkan tingkat literasi keuangan masyarakat baru sebesar 72,8 persen.

Menurut dia, tingginya inklusi keuangan tentunya perlu diimbangi dengan literasi yang memadai.

Dengan begitu, kata dia, masyarakat tidak hanya memiliki akses ke produk dan layanan keuangan, tetapi juga memahami manfaat, risiko, serta cara menggunakannya secara tepat.

Ia menambahkan, pemahaman keuangan juga penting untuk melindungi masyarakat dari berbagai risiko, termasuk penipuan dan pinjaman online ilegal.