NADIKABAR.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kondisi pasar modal Indonesia tidak sepadan apabila disandingkan dengan negara-negara dalam kategori standalone market, menyusul rencana Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk menurunkan klasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam Rapimnas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, di Jakarta, Kamis, mengatakan Indonesia memiliki fundamental ekonomi dan ukuran pasar modal yang relatif kuat dibandingkan sejumlah negara dalam kategori tersebut.
Menurutnya, Indonesia saat ini berada dalam kelompok emerging market bersama negara-negara seperti Malaysia, Korea Selatan, Turki, dan Filipina. Dari sisi pertumbuhan ekonomi, inflasi, serta kapitalisasi pasar, Indonesia dinilai masih memiliki daya saing.
"Apakah Indonesia itu sepadan dengan negara-negara seperti Zimbabwe, negara-negara seperti Ukraina yang lagi perang, atau Argentina yang kemudian inflasinya sampai dengan lebih dari 33 persen? Ini sesuatu yang harus kita renungkan," ujar Friderica.
Friderica menjelaskan bahwa berdasarkan peninjauan aksesibilitas pasar MSCI pada Juni 2026, Indonesia telah memenuhi 16 dari 18 indikator yang digunakan dalam penilaian.