Pesan tersebut memperkuat tujuan utama program, yakni menjadikan rekening yang dimiliki pelajar sebagai sarana untuk membangun kebiasaan finansial, bukan sekadar rekening yang dibuka dalam sebuah seremoni.
Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk juga mengajak pelajar membiasakan diri menyisihkan sebagian uang jajan yang diberikan orang tua.
"Jadi seperti yang disampaikan tadi juga oleh berbagai narasumber bahwa dengan momentum ini, melalui kesempatan ini kami mengajak anak-anak di Rote Ndao untuk secara bijak menyisihkan mungkin yang diberikan uang jajan oleh orang tuanya, bisa disisihkan setiap hari atau setiap minggu, setiap bulan, menyisihkan sedikit dari uang jajan mereka untuk mulai belajar menabung," kata Paulus.
Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat menjadi latihan bagi anak untuk belajar bertanggung jawab terhadap uang yang dimiliki.
Gerakan tersebut kemudian menghasilkan capaian besar. Sebanyak 220.194 rekening SimPel berhasil dibuka secara serentak di 22 kabupaten/kota se-NTT dan tercatat sebagai Rekor MURI pembukaan rekening SimPel secara serentak terbanyak.
Capaian itu sekaligus memperlihatkan skala kolaborasi dalam memperluas akses layanan keuangan bagi pelajar di wilayah NTT. Namun, bagi OJK dan pemerintah daerah, jumlah rekening bukan menjadi akhir dari gerakan tersebut.
Justru setelah rekening dibuka, tantangan berikutnya adalah bagaimana membuat pelajar terbiasa menggunakannya untuk menabung secara rutin.
Hal tersebut sejalan dengan pesan Gubernur NTT yang menekankan agar rekening yang sudah dimiliki pelajar tetap aktif dan digunakan untuk membangun kebiasaan menabung.
Di sisi lain, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) turut memberikan edukasi mengenai keamanan simpanan kepada peserta. Sub Manager Kantor Perwakilan LPS II Surabaya, Shabrina Kirgizia Hanum, mengingatkan bahwa kemudahan akses layanan keuangan perlu diikuti pemahaman yang memadai.
"Jadi ada gap ya teman-teman tim redaksi literasi dan juga inklusi. Dan ini sebenarnya tidak boleh karena inklusi dan literasi ini harus berjalan beriringan," kata Shabrina.
Materi LPS tersebut menjadi pelengkap agar pelajar tidak hanya mengenal rekening dan kebiasaan menabung, tetapi juga memahami pentingnya menggunakan layanan keuangan secara aman.
Dengan demikian, rangkaian Hari Indonesia Menabung di Rote Ndao membawa pesan yang lebih luas dari sekadar pembukaan rekening. Bagi OJK, pengenalan SimPel menjadi salah satu pintu masuk untuk membangun kebiasaan finansial pelajar sejak dini, mulai dari menyisihkan uang jajan, menentukan prioritas, hingga memahami risiko sebelum menggunakan layanan keuangan.
Dari kebiasaan sederhana tersebut, pelajar diharapkan memiliki bekal untuk mengelola keuangan secara lebih mandiri ketika kelak melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, dan menghadapi kebutuhan finansial yang semakin beragam.