Friderica menambahkan bahwa dengan dashboard yang dapat diakses bersama kementerian dan lembaga, termasuk OJK, maka ini menjadi suatu tool yang sangat powerful dalam melihat bagaimana inklusi ini di daerah.

Ia menjelaskan bahwa perbedaan antara indeks inklusi dengan indeks IKAD yaitu indeks inklusi adalah hasil dari survei dan analisa orang yang dilakukan survei, hasilnya adalah 93 persen atau kira-kira 93 orang dari 100 yang sudah menggunakan produk keuangan.

Akan tetapi untuk indeks IKAD kata dia, melengkapi dengan adanya ketersediaan, akses terhadap inklusi dan kedalamannya. Jadi indeks IKAD ini memberikan pengayaan dari indeks inklusi yang hanya melihat satu sisi yaitu user, ditambah dengan ketersediaan akses dan kedalaman.

"Di sini kita lihat kolaborasi yang sangat baik dari penyediaan data dan tentu saja dari hal ini kita bisa mengevaluasi apa yang masih kurang, kebijakan apa yang perlu kita dorong," kata dia.