Menurutnya, nilai tersebut tergolong kecil jika dibandingkan dengan total aset BPD Bali yang mencapai sekitar Rp 44 triliun. Terlebih, porsi kredit konsumsi BPD Bali juga jauh lebih kecil dibandingkan dengan kredit produktif.

"Nah, kalau kita hanya sekitar Rp 2 miliar, jadi total aset BPD Bali kan sekitar Rp 44 triliun, jadi jauh," lanjutnya.

Ia mengatakan dampak pengalihan payroll ASN dapat berbeda pada masing-masing BPD. Sebab, terdapat BPD yang memiliki eksposur kredit ASN jauh lebih besar.