"Kita kan melakukan perbaikan bukan karena satu global index provider tertentu, tapi memang kalau lihat dari Januari, sesuai arahan Bapak Presiden, kita melakukan perbaikan-perbaikan yang masih kurang," terangnya.

Frederica menjelaskan aspek yang menjadi perhatian dalam reformasi tersebut meliputi integritas, transparansi, dan likuiditas pasar modal.

Meski menilai sejumlah indikator pasar modal Indonesia cukup baik dibandingkan negara lain, Frederica mengakui masih terdapat aspek yang perlu diperkuat, terutama penegakan aturan (enforcement).

Menurut Frederica, OJK telah mengambil langkah penegakan aturan melalui pengenaan denda terbesar sepanjang sejarah pasar modal Indonesia yang diumumkan pada Jumat sebelumnya. Ia memastikan penegakan aturan akan terus dilanjutkan.