Ketika potongan aplikasi berkurang menjadi 8 persen, pendapatan bersih yang dibawa pulang Santoso otomatis bertambah. Tambahan itu tentu tak lantas membuatnya mampu membeli mobil baru atau berinvestasi di luar negeri. Namun, selisih tersebut cukup untuk memesan sepiring nasi telur, membeli kopi saset, mengganti sepatu anaknya yang mulai sempit, atau sekadar mampir ke toko kelontong langganan untuk membeli beras dan sabun.

​Tak ada yang tampak luar biasa dari transaksi-transaksi kecil itu. Akan tetapi, bagi pemilik warung, uang tersebut adalah pendapatan yang berharga. Bagi pemasok beras, uang itu ikut menjaga roda penjualan tetap berputar. Sementara bagi pedagang kecil lainnya, belanja yang tampaknya sepele itu menjadi bagian penting dari perputaran ekonomi yang jauh lebih besar.

Uang memang memiliki kebiasaan menarik, karena jarang berhenti pada orang pertama yang menerimanya.