"Kebakaran tiga hari pertama yang bergerak itu bukan Pemda, yang banyak bergerak itulah warga atau masyarakat sipil dan sebagainya, yang banyak bergerak itulah lembaga-lembaga keagamaan yang banyak bergerak itu sukarelawan, kenapa karena tiga hari pertama itu pemerintah baru kemudian mengkonsolidasi anggarannya dicari dari mana-mana kemudian ke siapa sumber daya apa operatornya membentuk satgas bahkan juga belum di awal-awal seperti itu," ujarnya.
Robert meminta Pemda melihat bencana sebagai sesuatu yang potensial terjadi di Indonesia. Dia mengatakan perencanaan anggaran penanganan bencana di setiap lembaga harus disiapkan.
"Nah itu yang kemudian kami sampaikan ke depan bahwa setiap daerah itu harus melihat situasi Itu bencana ini sebagai sesuatu yang akan sangat potensial terjadi maka harus direncanakan dianggarkan di setiap kelembagaannya," ujarnya.
Robert berhadap Pemda tidak hanya menjadi penerima manfaat ketika terjadi bencana. Dia tidak ingin penanganan bencana hanya dilakukan oleh pemerintah pusat.
"Kita berharap pemerintah daerah juga bisa mengikuti irama jangan kemudian bencananya itu adalah bencana yang terjadi di tingkat daerah tetapi harus sepenuhnya penanganannya itu oleh pusat sementara pemdanya sendiri itu hanya kemudian jadi penerima manfaat gitu maka dorongan kami baik bencana gempa maupun bencana kebakaran ini ke depan pemerintah daerah harus sungguh menyiapkan, apa namanya, respons ke bencana yang lebih kuat lagi," ujarnya.