NADIKABAR.COM — Ombudsman RI (ORI) mendorong peningkatan kontrol kualitas dan pelayanan publik guna mengawal pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ketua Ombudsman RI Nuzran Joher mengatakan pihaknya ingin memastikan hak rakyat terpenuhi dengan pengawasan program MBG.

"Ombudsman RI ingin memastikan program prioritas nasional tersebut berjalan dengan baik melalui Investigasi Atas Prakarsa Sendiri (IAPS) terkait keamanan pangan dan penanganan keracunan MBG," kata Nuzran saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan IAPS akan dilakukan Tim Keasistenan Utama III (Koordinator Pengawasan Pelayanan Publik Sektor Pangan). Hasil pengawasan selanjutnya akan dituangkan dalam dokumen saran perbaikan sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut bagi pihak terkait.

Ia mengungkapkan Ombudsman RI bisa memberikan saran perbaikan tata kelola terkait hal yang kurang dan yang harus diperbaiki secara menyeluruh.

Nuzran menjelaskan Ombudsman RI memiliki 34 kantor perwakilan yang dapat menunjang pelaksanaan pengawasan tata kelola MBG di seluruh Indonesia.

Ia juga menyampaikan pada tahun 2025, Ombudsman RI telah menyampaikan hasil kajian dalam bentuk saran perbaikan.

"Kami tidak menutup mata atas kejadian sebelumnya dan telah menyampaikan laporan yang masuk dari 34 provinsi," tuturnya.

Anggota Ombudsman RI Fikri Yasin menambahkan bahwa meskipun MBG merupakan kebijakan baru yang masih memerlukan berbagai pembenahan, penyelenggara tidak boleh permisif terhadap penyimpangan tata kelola.

Oleh karenanya, ORI membuka ruang korektif melalui Saran Perbaikan yang telah disampaikan.

Guna meningkatkan koordinasi dengan lembaga terkait Ombudsman RI telah melakukan pertemuan dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono di Jakarta, Selasa (6/10).

Pada kesempatan itu, Sudaryono mengatakan BGN menyadari berbagai persoalan yang terjadi selama ini dan berharap dapat segera menyelesaikannya.

Menurutnya, salah satu upaya penyelesaian dilakukan dengan menerima berbagai masukan, kritik, dan saran.

Ia berharap kajian Ombudsman RI nantinya dapat memberikan gambaran faktual mengenai kondisi di lapangan.