Thomas menjelaskan operasi akan terus menyesuaikan perkembangan kondisi atmosfer. Jika lapisan inversi mulai menipis dan terdapat potensi pertumbuhan awan hujan, penyemaian dry ice dapat dikombinasikan dengan bahan semai garam untuk mendukung proses pembentukan hujan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kemenhut Dwi Januanto Nugroho mengatakan penanganan karhutla terus dilakukan bersama TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, BMKG, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni Kemenhut, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan relawan.

“Upaya penanganan karhutla perlu dilakukan secara terpadu, tidak hanya melalui pemadaman di lokasi kebakaran, tetapi juga dengan langkah-langkah untuk mengurangi dampak asap terhadap masyarakat,” kata Dwi.

Menurut dia, pelaksanaan OMC dengan pendekatan penipisan asap menjadi salah satu upaya pendukung yang diharapkan dapat membantu memperbaiki kualitas udara di wilayah terdampak.