NADIKABAR.COM — Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono mempertanyakan klaim bahwa Jawa Barat sudah terbebas dari desa tertinggal. Menurutnya, data tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi masyarakat di lapangan.

Ono mengatakan masih menemukan persoalan pembangunan ketika turun langsung ke sejumlah wilayah, terutama kawasan Jabar Selatan. Mulai dari jalan yang belum layak, akses pendidikan yang terbatas, hingga fasilitas sekolah yang kondisinya memprihatinkan.

"Jawa Barat angka terakhir itu sudah tidak ada desa yang tertinggal. Tapi saya tidak pernah percaya ya terkait dengan data-data itu. Karena faktanya, walaupun sudah tidak ada desa yang tertinggal berdasarkan data dari BPS, tapi kalau kita masuk ke desa-desa misalnya di Garut Selatan, di Cianjur Selatan, masih banyak jalan-jalan yang terputus, masih banyak dalam satu kecamatan tersebut tadi belum ada SMA-SMK," kata Ono dalam acara Detik Pagi, Selasa (15/9/2026).

Bahkan, ia menyebut masih menemukan desa yang memiliki sekolah dasar dengan kondisi yang jauh dari ideal, seperti masih menggunakan lantai tanah dan bangunan yang seadanya.

"Ada satu desa yang sama sekali misalnya tidak mempunyai SD dengan kualitas yang baik, misalnya ada SD yang masih bangunan seadanya, masih berlantai tanah. Itu masih kita dapati di Jawa Barat bagian selatan," ujarnya.

Menurut Ono, kondisi tersebut menunjukkan ketimpangan pembangunan di Jawa Barat belum sepenuhnya selesai. Ia mengingatkan bahwa pembangunan tidak boleh hanya terkonsentrasi di wilayah yang sudah berkembang.