Lebih lanjut, GPT-6 Cyber juga berhasil mereplikasi 1.724 kerentanan pada kernel Linux dan membuat 948 working exploits, serta mendemonstrasikan eksploitasi Remote Code Execution (RCE).
Hasil pengujian dan penerapan awal tersebut tidak hanya menunjukkan perkembangan dalam sistem keamanan siber, tapi juga menunjukkan potensi peningkatan upaya kejahatan siber oleh para peretas dengan mengeksploitasi model tersebut.
"Untuk mencegah penyalahgunaan platform Daybreak Red dan Blue, kami telah menyempurnakan pengamanan terhadap bantuan dan pengembangan kemampuan yang dapat membahayakan kontrol industri atau sistem kritis keselamatan, mengganggu peralatan, atau menyebabkan cedera serius, kerusakan fisik yang dahsyat, atau gangguan layanan yang mengancam jiwa," jelas OpenAI.
Daybreak pertama kali diluncurkan pada 11 Mei 2026 sebagai inisiatif kerja sama OpenAI dengan berbagai jaringan mitra cybersecurity. Salah satu hasil temuan yang paling berkontribusi adalah program Patch the Planet yang membantu penanganan kasus PHP2Shell bersama PHP Foundation.
"Selama pengungkapan terkoordinasi kerentanan PHP kritis, kami menyiapkan pemantauan terarah untuk upaya pengembangan eksploitasi terhadap server PHP yang sedang berjalan, sambil tetap memberikan dukungan kepada para defender yang melakukan patching pada sistem yang terpengaruh," terang OpenAI.
GPT-6 Cyber tersedia melalui API dan Codex dan bisa dijalankan untuk pengguna layanan Daybreak Red yang aksesnya hanya diberikan pada profesional cybersecurity yang terpercaya. Sementara Daybreak Blue yang terbuka untuk umum cenderung dibatasi dan tidak mendapatkan update model ini guna mencegah penyalahgunaan model AI ini bagi pelaku peretasan.