AI kemudian bisa memberikan peringatan dan menawarkan bantuan mencari tempat percetakan alternatif.
Menurut Gabriel, kemampuan memahami hubungan antartugas tersebut menjadi salah satu keuntungan menggunakan Dots dibandingkan mengelola berbagai pekerjaan AI secara terpisah.
Kemampuan Dots tidak terbatas pada ChatGPT Work. Gabriel mengungkap bahwa asisten AI tersebut juga dapat memulai percakapan Codex untuk menangani pekerjaan pemrograman.
Codex merupakan AI coding agent OpenAI yang membantu pengembang menulis, memeriksa, dan memperbaiki kode program.
Gabriel mencontohkan penggunaan Dots untuk memantau proses pengolahan data berukuran besar, misalnya pipeline yang menangani 100 GB data.
Dots dapat mengikuti perkembangan pekerjaan dan memberikan informasi ketika proses telah mencapai 70%.
Apabila muncul kesalahan ketika pekerjaan mencapai 80%, Dots dapat membantu mengidentifikasi masalah serta menindaklanjuti perbaikannya melalui tugas yang relevan.
Tidak berhenti di situ, Dots juga dapat membantu memberikan rekomendasi agar sistem pengolahan data menjadi lebih tangguh sehingga kesalahan serupa tidak mudah terulang.
Dengan kemampuan tersebut, pengguna tidak harus terus-menerus memeriksa setiap tahapan pekerjaan teknis secara manual.
Dalam demonstrasi langsung, Gabriel memperlihatkan bagaimana Dots dapat membuat percakapan ChatGPT baru tanpa pengguna harus membukanya secara manual.