Operasi Modifikasi Cuaca dilakukan di Kalimantan Barat yang berlangsung pada 5-14 September telah melaksanakan 9 sortie penerbangan dengan penggunaan bahan semai sebanyak 7.200 kilogram NaCl.
Penyemaian dilakukan pada wilayah sasaran di Mempawah, Singkawang, Bengkayang, Landak, Kubu Raya, Sanggau, Sekadau, Sintang, Ketapang, dan Kayong Utara. Pelaksanaan OMC tersebut tercatat menghasilkan estimasi volume air hujan sekitar 87,9 juta meter kubik. Perhitungan peningkatan curah hujan secara keseluruhan akan dilakukan setelah operasi berakhir.
Sementara itu, OMC di Kalimantan Tengah dilaksanakan pada 6-15 September 2026. Hingga 11 September telah dilaksanakan 7 sortie dengan penggunaan bahan semai sebanyak 5.600 kilogram NaCl, dengan penyemaian tim redaksi lain di sekitar Kapuas, Palangka Raya, Barito Selatan, Barito Utara, Barito Timur, dan Pulang Pisau.
Hujan yang dihasilkan melalui OMC membantu pembasahan lahan dan mendukung kerja tim pemadaman di lapangan. Meski demikian pada ekosistem gambut, pemadaman, pembasahan, dan pendinginan harus tetap dilakukan secara berkelanjutan karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan.