Sementara itu, angka pelanggaran lalu lintas juga mengalami kenaikan sebesar 25% pada periode yang sama yakni Januari-September 2025 dengan Januari-September 2026.

"Data ini menjadi basis yang melatarbelakangi dilaksanakannya operasi mandiri kewilayahan khususnya operasi patuh," tuturnya.

Melalui operasi ini, Semeru 2026 berharap dapat menekan angka kecelakaan, fatalitas, serta korban meninggal dunia dan luka berat akibat kecelakaan lalu lintas. Dekananto meminta personel Polda Jatim, khususnya jajaran lalu lintas yang setiap hari berinteraksi langsung dengan masyarakat, menyesuaikan diri dengan dinamika sosial.

"Ingat, saat ini zaman sudah berubah. Maka sesuaikan kembali dengan dinamika sosial yang ada di masyarakat. Jadilah polisi yang dicintai oleh masyarakat, yang dipercaya oleh masyarakat. Bukan yang ditakuti dan dihindari oleh masyarakat," imbuhnya.