NADIKABAR.COM — Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan (PRSIMB), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memetakan rantai nilai (value chain) industri rumput laut di Indonesia dari hulu hingga hilir, guna mengoptimalkan potensi yang bisa dimanfaatkan.

Peneliti PRSIMB BRIN Ari Kabul Paminto dalam keterangan di Jakarta, Kamis, mengatakan pemetaan rantai nilai diperlukan untuk mengetahui posisi setiap tahapan dalam industri sekaligus mengidentifikasi ruang peningkatan nilai ekonomi yang masih dapat dikembangkan.

"Kita harus bertransformasi dari resource-based economy yang hanya mengeksploitasi bahan mentah menuju capability-based economy yang mengandalkan penguasaan teknologi dan inovasi bernilai tambah tinggi. Sumber daya alam harus kita posisikan sebagai input awal, bukan produk akhir," kata Ari.

Dalam pemetaan tersebut, BRIN menelusuri proses industri mulai dari bahan baku, pengolahan, produk antara, hingga berbagai produk turunan dan aplikasinya.

Pendekatan ini digunakan untuk melihat bagian rantai nilai yang telah berkembang sekaligus mengidentifikasi tahapan yang masih memiliki peluang untuk menghasilkan nilai tambah.